Sabtu, 31 Mei 2014

Chat with my best friend

Mungkin terlalu banyak kisah tentang hati di sini. Karena sungguh ketika telah dirasa, pena seakan-akan lincah menuliskan syair. Menaut kata demi kata dalam bait nan panjang. Seorang teman telah berkomentar. Bahkan saya menanggapi

"Saya tidak tahu sejak kapan saya se-alay ini"
"Haha, iya agak alay, Tina"

Kawan , kau tahu, baik itu lima tahun lalu hingga sekarang , aku masih Tina yang dulu. Kau paling tahu, bukan? 
Maybe I'm more mature in my words, but my act just same, always have reddish face, not talk a lot and doing something that cause trouble to me. My act just like that in front of some one... 
Hehehe, happy to know that U have same problem with me...

Nice dialog with U girl ..^_^

Andai

Kadang aku tak perlu berucap
Kadang aku tak perlu berlaku
Tatap mata sudah menerjemah
Baris kata yang ingin aku ucap
Gerik diri jadi gambaran laku atas hati

Terlalu banyak cerita romantis
Terlalu banyak kisah miris hati bertepuk sebelah
Terlalu banyak rindu yang menyurat tak tebalas
Bagaimana aku menggambarkan laraku ?
Setidaknya , aku hanya memberi senyum terhangat

Senja kali ini, aku mengingatimu
Di beranda menghadap  taman
Dilatari warna oranye sang cahaya senja
Menyeruput teh khas
Mengangankan tentang kita

Ah, buru-buru melupa
Kau mungkin takkan mengangankan yang sama
Senyum sendiri
Ya, senja itu
Aku menertawai diri yang terlampau menyedihkan

Meredam Rasa

Aku mengintip kabarmu dari pelupuk jendela
Melihatmu dari jauh
Apa kabar dirimu?
Bagaimana hidupmu?
Lancangkah aku memasuki hidupmu tanpa permisi?

Teman, aku memulai dengan pertemanan
Kala itu aku bersua biasa saja
Namun, mungkin, aku tanggapi rasa berbeda
Menegur khayalku
Aku memilih menghapus , berusaha melupa

Tapi...
Ah, biarlah aku menerka rindu lewat fajar
Menatap bahagia lewat senja
Menyampaikan do'a di sepertiga malamku
Karena rekam jejakmu sulit aku hapus





Lara

Bak minum obat terpahit
Tangan - tangan ini tidak lagi mampu memperbaiki
Ah, aku gelisah
Ini tanggung jawab ku

Lara tak terkira
Saat aku tak bisa lagi memperbaikinya
Ya, salahku
Aku melimpahkan semua padaku

Biar habis lara ini
Dimuat dalam tulisan sederhana
Hiburan atas diriku
Karena tak ada lagi hiburan yang menghibur


Jumat, 30 Mei 2014

Tak Biasa

Renungan atas diri hamba
Memenuhi ujung do’a
Meminta kebaikan berbalas dari yang Kuasa
Atas diri yang masih saja alpa

Dekap iman atas yang Kuasa
Mengingati diri sebagai hamba
Dekap rindu atas cinta
Layaknya derai air dari sumbernya

Cahaya bintang pengiring gelisah
Mendadak malu akibat rasa
Dahulu biasa kini kikuk
Dahulu bersapa wajar kini menunduk

Bilamana waktunya
Yakini hati atas alirannya
Ikat diri atas komitmen
Jagalah utuh hingga menua


Cermin

Aku mematut diri depan cermin
Rangkaian huruf gambaran diri terjejer rapi
Baguskah tampilanku hari ini?
Cocokkah aku  dengan busana ini?
Setiap hari tanya itu yang muncul
Lama, aku mulai berpikir
Baguskah aku di hadapan Tuhanku ?
Baguskah ibadah yang menjadi penyicil hutang atas nikmat Allah ?
Aku, pantulan dari kaca itu kembali bertanya
Sudahkah engkau syukuri nikmatmu hari ini ?
Seolah-olah esok tak ada lagi waktu

Waktu berulang saat aku mematut diri depan cermin hari ini

Selasa, 27 Mei 2014

Berubah

Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kau dustakan
Kalimat yang terngiang tatkala kesyukuran terselimuti serakah
Tangan – tangan itu menggaruk hingga ke dasar
Mengeruk , mengangkat dan menggulingkan kekayaan tanah air.
Mereka melakukannya hingga tak sanggup lagi bumi ini bernapas

Termangu aku di jendela
Menatapi bentangan alam di luaran rumah
Ah, dulu tak sepanas ini
Ah, dulu pohon tak segersang ini
Ah, dulu aku bergembira di bawah deras hujan tanpa khawatir tersapu banjir

Sungguh nikmat Tuhan mu yang mana yang kau dustakan
Ia memberimu cuma-cuma tapi tak kau jaga
Ia memenuhi hidupmu tapi tak kau balas dengan ibadah

Ah, sampai akhir argumenku pun kau takkan pernah berubah jika kau tak berniat berubah

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...