Minggu, 01 Juni 2014

Hujan awal Juni

Akhir kisah atas bulan Mei
Menepi batas atas sabar
Hujan bulan Juni
Menepis debu-debu tepian jalan
Kala aku tersungkur dalam lara
Entah bagaimana dan harus apa?
Jalan kurengkuh sejak dulu pergi
Mengambangkan anganku yang tak kesampaian
Risaulah hati bagai ditohok sembilu
Pilu menusuk tak tertahankan

Maaf , aku tak sanggup menanggung
Maaf , aku tak mampu mengubah
Bingkai tataan salah
Tak kuasa aku baikkan
Ah, benar salahku jua
Hujan bulan Juni , bawa aku meresapi tetesanmu

Meluruhkan sedihku
Tumpahan tangisku
Basahilah perihnya kepiluanku
Tenggorokanku tertahan kata-kata sesal
Hatiku meraung tak terdengar telinga manusia

Hujan bulan Juni
Dengan seru sang Penguasa mu
Ku mohon bawalah keajaiban layaknya di negeri dongeng
Bawalah keajaiban di nyataku
Bawalah ia penguatku atas salah yang terlampau menyedihkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...