Tampilkan postingan dengan label Catatan Hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Hari. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Juni 2017

Meski Begitu Aku Bahagia

    Ramadhan, bulan mulia yang masih sedia berjumpa denganku. Alhamdulillah, ini adalah kesempatan yang tak bisa kita ukur apakah akan kita dapati lagi di tahun berikutnya atau tidak. Harapan yang muncul adalah semoga sehabis bulan Ramadhan akan ada perubahan yang lebih baik lagi dari diri ini.  

    Kali ini membahas soal budaya konsumtif. Mmmm, apakah ada kaitannya dengan bulan Ramadhan? 
Ngacung , bagi yang pengeluarannya nambah bulan ini? Atau yang lagi ngikutin buka puasa bareng teman-teman sekalian reuni? Ngga mungkin ngga makan di luar kan? Sepertinya, ada aroma perkembangan ya untuk pengeluarannya. ^_^

      Beda dengan hari-hari sebelumnya, butuh bajet yang lebih untuk bulan Ramadhan. Kalau saya sih, mikirnya akan ada makanan yang enak tersedia biar puasanya kuat. Lalu, untuk buka puasa, macam-macam takjil (yang saya tak bisa buat dan itu enak) pasti merayu dan membuat kita membelinya. Aih... tapi meski begitu saya senang, selama berbelanjanya nda berlebihan. 

       Ingat masa kecil dulu, dimana ibu selalu sigap menyiapkan kolak atau es buah untuk berbuka. Dan betapa bahagianya saya, jika ayam goreng tersedia di meja saat sahur, yang dihari biasa, mungkin hanya sekali sebulan bisa dikonsumsi. Ya, ini bulan yang spesial jadi menunya juga spesial. Hehehe... 

         Satu hal lagi yang jadi ciri khasnya bulan ini (buat saya :D ) , pakaian baru atau mukenah baru. Saat masih kecil, orang tua hanya membelikan baju baru saat Lebaran sebentar lagi tiba. Rasanya, senangnya poll. Heehe.. Tapi yag pasti, puasanya juga full ya. Ingat banget waktu saya sakit sewaktu kelas 2 SD, saya sedih sekali. Niat awal pengen banget puasa, juga ikut taraweh bersama keluarga dan tetangga di masjid namun apa daya, sakit tipus membuat badan tidak berdaya. Rindu sekali, dengan rasa biskuit coklat yang ruti dibelikan oleh bapak sepulang kerja. Juga harap-harap cemas baju lebaran nanti tak terpakai. Hihi.. dasar anak-anak. 

Jika dihitung-hitung pengeluaran bertambah (dan saya sangat merasakannya ketika kini sudah menikah) di bulan puasa, tapi insya Allah saya menghitungnya sebagai pengeluaran spesial asalkan jangan over, upayakan untuk mengendalikannya. ^_^

 
 Pic from pinterest

Kawazoe

Maros, 10 Juni 2017 malam ke 16 Ramadhan
#1minggu1cerita





Senin, 08 Mei 2017

Menjadi Ibu dan Tantangannya

Menikah di usia 23 tahun, mungkin bisa dikategorikan menikah muda. Meskipun belum lapang dalam finansial tetapi keinginan untuk melindungi diri dari hal yang tidak diinginkan membuat saya menerima pinangan dari seorang teman. Ia juga baru kenal saya belum setahun, kami hanya bertemu di beberapa event organisasi yang kami terlibat sebagai panitia. Awalnya, saya mengira, itu hanyalah gurauan. Namun, dia ternyata serius dengan membawa ibunya ke rumah untuk kami saling mengenal. Tak butuh waktu lama, akhirnya walimah terlaksana. Sampai kini di usia dua tahun pernikahan kami, alhamdulillah, seorang anak lelaki telah menjadi amanah untuk kami menjadi orang tua.

Awal yang berat untuk saya menjadi seorang ibu. Mungkin karena kecemasan yang tinggi dan mengakibatkan stress, saya hanya bisa memberi ASI selama sebulan kepada si kecil. Saya telah mencoba berbagai macam booster ASI yang katanya ampuh, namun pada akhirnya hasilnya tak sesukses ibu beruntung yang telah mencobanya. Saya kemudian pasrah dan memberi anak pertama saya susu formula. Sedih rasanya, tapi saya berusaha untuk tetap memberikan kasih sayang terbaik yang saya miliki untuknya. 

Hal yang makin membuat sedih adalah adanya pendapat yang mengatakan ikatan batin ibu dan anak itu makin rekat jika si ibu menyusui anaknya. Saya hanya bisa menghela nafas. Mengiyakan hal itu benar adanya. Tapi, ibu saya kembali menguatkan, dan tentu beliau tahu apa yang saya rasakan. Suami pun berusaha menghibur saya. 
 
Sebuah kesyukuran Allah senantiasa memberikan curahan kebaikannya kepada kami. Meskipun satu tantangan ketika menjadi ibu saya gagal, namun, masih ada kesempatan di fase lainnya. Semoga, kali ini saya sukses, dan pada akhirnya do'a-do'a panjang saya untuk keturunan yang soleh-solehah dapat terwujud,insya allah. Aamiin


 Sedikit curhat    ^_^

Jumat, 25 Desember 2015

Bulan Keenam

Desember tahun ini, jauh beda dengan Desember tahun lalu. Hal yang paling menonjol adalah, keberadaanmu dalam kehidupanku kini. Aih, kembali melankolis rasanya, sepertinya hujan memegang peran penting yang mendukung suasana hari ini. 

Enam bulan lalu, masih , kita dalam dunia masing-masing. Sendiri. Satu-satu menyelesaikan apa yang kita kerjakan, apapun amanah itu, juga dengan berbagai problema diri. Kini, bersama, kau dan aku, menantikan anggota baru dalam tim ini. Hehehe... harap-harap cemas, ya, tentu saja. Namun, kau begitu lihai memberikanku pemahaman dan tentu menenangkanku. 

Seterusnya, ada banyak hal yang mulai disesuaikan. Sepenggal cerita hari ini. 


Rabu, 20 Mei 2015

Terikat Tingkah

Sepandai apa kau menahan amarah ?
Sebanyak aku melampiaskannya dengan air mata
Kau terlalu mengada-ada.. -_-
Begitukah? Entahlah, sekiranya begini, ketika marah dan melontarkan apa yang ada dipikiranmu saat itu, rasa-rasanya kau akan menyesal melakukannya. Tersebab, emosi yang mengendalikan pikiran dan hatimu saat itu, jadi, apakah akan berpikir ulang dan dapatkah ditarik kembali ketika terucapkan
Oh, seperti itu? 
Ya..ya.. begitulah ..^_^

Lalu, seperti apa jika kecewa?
Sepenuh hatiku ketika menangis
Lagi?
Hahaha.. ya...
Oh, air matamu sungguh banyak
Entahlah, aku berpikir ketika mengatakan kekecewaanku , apakah akan berubah dengan serta merta?
Terlalu pesimis
Ah, bisa jadi.. ^_^
-_-

Dan jika kau bersedih, kau takkan bilang semuanya akan tuntas dengan air mata. -_-
Ahaha.. menurutku ya. Tapi, sampai kapan akan bersedih, wajahmu akan awet muda dengan banyak tersenyum. Hatimu lebih leluasa saat kau berusaha menerima dengan lapang. Bisa jadi jika bersedih wajahku tampak jelek .. 
Heh? 
Iya.
Jadi kayak gimana? 
Hahaha.. lihat saja sendiri.. :P

Namun, yang kau katakan itu , benarkah terjadi? 
Mmm, kadang kala aku lupa menyelesaikan sesuatu dengan caraku itu. 
Lalu?
Banyakin do'a dan istighfar. Sesuatu yang mampu terucap, namun seringkali tak terucap
Dan ?
Kau tahu, setiap apa yang kita lakukan mungkin tak sepenuhnya dipahami orang. Akan sulit pula dijelaskan pada tiap individunya, mereka memiliki asumsi masing-masing. Jadi, lakukan yang terbaik, jaga hati orang lain agar hatimu juga terjaga. Banyak-banyak ingat sang Pemilik kita, agar kita pun sering-sering diingat-Nya. Mungkin yang aku katakan tergolong sulit terealisasi jika tak sungguh-sungguh, jadi ingatkan aku kala aku lupa, apalagi aku telah menasehatkannya padamu.
Hahaha.... aku pun ... 

Dari Mata Keduanya

Bu, sedang berpikir apa? 
Garis di dahimu nampak jelas saat ini, memikirkan sesuatu?

Pak, apa hari ini begadang lagi?
Pekerjaan sudah berkurang namun belum juga tertidur. 
Memikirkan sesuatu?

Kedua orang tua, makin hari, makin menua dalam cemas pada kami anaknya
Berpikir lagi kemana putrinya kelak akan pergi, tersebab perwalian telah beralih
Lalu, pikiran pada anak lelakinya yang super cuek, kadangkala tak menghiraukan diri, misalnya makan, jika telah asyik dengan pekerjaannya dihadapan laptop. 

Anak, takkan tahu pikiran orang tua ketika mereka belum merasai menjadi orang tua sebagaimana kalian berdua masa kini. 
Seperti halnya aku. 

Jumat, 17 April 2015

Tentang Syukur ( Hanya Soal Aku dan Pandangan )

Suatu ketika kau menatap bagaimana seorang itu berhasil menata hidupnya
Mereka berbahagia dengan apa yang mereka dapatkan
Lalu, diam-diam kau berdo'a ingin mendapat bahagia yang sama dengan bahagia mereka 

Juga melihat dengan bangga kawan yang memiliki kesuksesan yang tak setara dengan kita
Lalu, diam-diam berdo'a mendapat sukses yang sama

Menurutku boleh saja mengharap bahagia layaknya orang lain yang kau tatap
Tetapi, apakah memang cocok bahagia itu kau dapatkan 
Sudahkah memberi bahagia pada sekelilingmu? Paling dekat , keluarga. 
Dengan begitu, bisa saja, Allah mengirim bahagia yang tak terduga padamu
Semisalnya, orang yang datang padamu adalah orang yang selama ini kau memang nantikan..
Hadeuh.. :D

Oh, juga, soal sukses.
Apakah bisa kita raih? 
Saya memikirkan kata-kata yang pernah saya baca, lalu selalu berkesimpulan
Setiap apa yang diraih orang lain, adalah dari hasil perjuangan yang ia lakukan
Kita tak pernah tahu kadarnya
Maksudku, meskipun kau bertemu dia sehari-hari, tapi Allah saja yang menimbang  hasil kerja dengan adil dari niat dalam hatinya. 

Selalu, dan selalu, jangan lupa bersyukur, Nak

Kata Bapak dan Mama, suatu waktu dari kawan juga demikian , saya tersentak dengan kata-kata itu.
Membayangkan apa-apa yang ingin kau miliki tetapi dengan kadar ketercapaian 0,1% dalam pikiranmu, tidakkah itu akan membuat pusing ..-_-
Misalnya keinginan menjejakkan kaki ditiap tempat yang kau ingini, lalu bagai kejutan dikatakanlah
" Nak, harus punya orang yang bisa jaga dulu, ngga bagus gadis pergi ketempat jauh tanpa mahram"
Intinya? hahaha.. tahulah... pembahasan masalah pendamping itu.. ehem.. rumit pemirsa.. jadi don't worry, keep fighting (emang kungfu.. -_- ),  then do'a dan perbaiki kualitas diri. Mengindahkan diri dengan niat Lillah yak.. ^_^
Lalu, jurus ampuh diciptakan untuk menghalau galau ( haddeh .. ), sifat syukur, yang harusnya bertahan lama sebagai senjata ampuh melawan sifat rakus. Lalu rasa cinta untuk menawar benci.. *alah... :D

Untuk aku (atau bisa jadi buatmu juga.. ^_^ )
Hei, bersemangatlah 
Jangan hanya selalu terpaku dalam teorimu tentang hidup indah dengan usaha dan do'a, tetapi berbuatlah demikian. 
Banyak bersyukur anak muda, tidakkah kau ingat? 
Seorang Bapak tua mengayuh becak dengan cucunya yang banyak pertanyaan menuju pasar, bisa jadi beliau mengharapkan motor seperti yang kau gunakan agar lebih mudah baginya
Atau seorang Kakek yang menjajakan daun singkong dengan sepeda ontel tanpa alas kaki di pagi hari di sekitar rumah, beliau bisa jadi mengharap bekerja tak terlalu keras hari itu, bersyukurlah dengan pekerjaan yang menghampirimu di usia muda dan hasilnya bisa ditabung sedikit-sedikit. 

Tentang syukur dan apa yang akau dapatkan hingga detik hidupku yang kesekian. 
Keluarga, hidup yang luar biasa (hehehe.. karena anak rumahan adalah hal yang belum mainstream.. :D ) , juga bertemu kamu.. kamu.. ya.. kamu juga .. banyak-banyak pertemuan bermanfaat lainnya, meskipun kelak kita bertanggung jawab atas diri masing-masing. Tetapi, do'a untuk dipertemukan lagi, tentu boleh, kan? 

Bersyukurlah... ^_^

Rabu, 24 Desember 2014

Mama

Pagi ini dengan wajah yang masih sama-sama asli bangun tidur
Eh, tapi Mama, bangun lebih dulu ketimbang aku

"Ma, selamat ulang tahun, barakallah "

Ucapan untuk beliau kali ini diikuti dekapan dariku juga dengan cipika-cipiki alias cium pipi kanan dan kiri. Ma, udah wudhu kok , jadi wajahku dijamin bersih ^_^

Ma, maafkan putrimu, masa kini, aku belumlah laik dikata anak berbakti.
Ma, maafkan putrimu, masa kini, aku belumlah mampu mengabulkan keinginanmu
Ma, kadang pula selisih pendapat antara kita membuat kata-kata terasa janggal terucap seperti biasa
Namun, takkan lama kita kembali bertukar pandangan
Ya, itu tentang kehidupan, masa lalu yang jadi pelajaran, masa kini tempatmu berdiam, dan masa depan yang ingin kau pandang bersama anak dan cucu

Do'akan aku Ma, kelak, insya Allah, aku akan memiliki profesi yang sama denganmu kini... ^_^

Dan tentu saja, setiap hari adalah hari untuk Mama

* inspirasi tulisan ini http://yayujapan.wordpress.com/2013/02/28/profesi-saya/

Rumah, 22 Desember 2014

Sabtu, 06 Desember 2014

Kenalan dengan Diri


Aku bukan gadis cantik yang pandai berdandan , modalku adalah wajah yang dianugerahi Tuhan sesuai dengan takaran keadilan

Menurutku, wanita itu memiliki kecantikannya masing-masing, dan jika tak cantik bukan wanita namanya tetapi lelaki :D

Aku bukan perencana yang baik , rata-rata aku menentukan sikap jika telah terdesak dan dekat dengan batas waktu. Aku wanita spontan yang terbilang aneh dengan ide menggelikan bertengger di kepala. Semisal mengajakmu menatap bintang dari atap kokoh yang menumpu kita berdua

Aku juga masih tergila-gila dengan nostalgia masa kecil. Tak jarang aku berpikir mengulangnya lagi denganmu. Uh, tapi tidak untuk diary bergembok milikku

Hei, aku tergolong pelajar pemula dalam urusan rumah tangga. Bantu ibu memasak sekalian mengikuti resep turun temurun. Katanya resep terbaik masakan itu adalah menambahkan takaran kasih sayang dan cinta. Niat baik untuk meraih pahala lewat masakan lezat untuk dinikmati keluarga. 

Teladan dari Rasulku menjadi pusat pembelajaran bagiku untuk dekat dengan Robb Pencipta semesta yang kupijak. Pun aku masih pemula, mengejar ketertinggalanku akan hal-hal yang mestinya aku pun harus paham.  

Ah, diriku, apa kita sudah kenalan lebih jauh. Kadang kamu tahu aku tak pandai menjabarkan apa maumu. Penilaian tentangmu pun lewat teman-teman yang kenal dirimu dari dulu

Ah, diriku, aku senang denganmu apapun itu, bersyukur atas apa yang aku miliki kepada Robb Pencipta. Aku takkan bisa jatuh hati jika kemudian tak jatuh hati padamu dulu.



* Heningnya suasana malam ini di desa, mengantarku menatap diri lamat-lamat, sudah 20-an tahun        masih belum kenalan lebih lanjut dengan diri sendiri. 

Minggu, 23 November 2014

Sekedar Celoteh : Ah, kalian ^_^

Assalamu'alaikum...

Salam ini yang mengawali perkenalan kita beberapa tahun lalu gadis-gadis
Pada fakultas yang menjadi tempat menimba ilmu dan dalam kelas-kelas yang berderet dan kita masuki satu-satu sesuai jadwal 
Ah, mengenang itu, tahukan sebesar apa rinduku 
Meski kadang kala ada keluh yang kita utarakan karena hal yang dianggap tak seiya dengan keinginan kita 
Namanya juga manusia , atau hanya aku saja yang merasa
Selalu saja wanti-wanti agar bersyukur karena bisa menempuh pendidikan sejauh ini, datang dari salah satu di antara kita. 

Momen di masjid terapung Makassar, abis tu foto lagi  kite.. ~_~

Penjurusan minat membuatku lebih mendalami sastra bersama si mbak penyatu keluarga ( hehehe .. si peace maker, mbak Iphe )
Habis proposal >_<

Lalu, linguistik (bahasa) menjadi pilihan dari kalian, yang bisa saya bilang, top dah kalau masalah pendalaman bahasa asing yang sama kita minati. 
Kangen ( karena kata ini lebih spesifik ke kalian ...*ulala.. gombal ) dengan diskusi dengan kalian, mengerjakan tugas yang kadang saya harus menyulitkan si ibu yang kita anggap lebih dewasa dalam pendalaman grammar *jiiaah, saya paham perasaanmu, Wi, saranghae chingu ya~.
Selepas kaligrafi di kelas bahasa Korea , kangen momen ini ~_~

Obrolan modis seputar wanita, kita konsultasikan dengan si mbak Fany. Masalah hati, hohoho, jangan salah, pemberi nasehat sejati ^_^V

Hihihi... zaman Maba .. tetep aja nih mbak berdua yang paling kece ... ^_^

Si mbak Yanti, yang always smile anywhere, dan kadang kala dia ke somewhere.. (hehehe..peace ^^V ). Oya, kapan kita pake yukata lagi .... >_<
Yanti, Me , and yukata, saya kirim salam kalau sudah ada di Jepang ya mbak ^_~

Jangan lupa dengan si penceria suasana , dan teman klop saya kalau soal drama *Imuuut.... Kyu Hyun apa kabar ? >_<.
Satu gaya, huwaaa.. Imut kangen binggo ~_~
Adalagi, mbak kalem dan pengingat, "yuk, tarbiyah", Mey *Ukh, semoga kelak saya bisa ke Banggai, memenuhi undangan itu mungkin... hihihi.
Habis berjuang sama-sama , kangen dinasehati ukhti
yang satu ini , kabari kalau bang Borno udah ada ya.. ^_^

Eh, juga cik gu kita tercinta, Syarah, yang tak nampak pun belakangan ni tersebab sibuk ~_~

Bukber lalu *hanya berempat :(
terakhir ketemuan cik gu  

                      
Makin tahun makin berkurang aja, hari ini hanya bertiga
bareng ibu penyatu suasana dan si mbak modis kite
Meski makin sedikit saja yang sempat bersua tiap tahun, jangan lupa kirim kabar kalau kalian akan menempuh jenjang baru, ehem.. menikah misalnya.. ^_^ 
Jadi, kalau bertemu lagi, bawa keluarga masing-masing * hihihi.... ;)
Cerita-cerita hari ini, kita bawa pulang dulu, semoga Allah masih memberi kesempatan mengumpulkan kita dalam paket lengkap  ^_^  *aamiin


Love this moment girls  ~_~
*meski tetep aja ada yang kurang :(
Bersyukurlah aku dengan kehadiran kalian, setidaknya membuat saya semakin sadar kalau saya jelas makhluk sosial yang tak ingin sendiri. Meski tanggung jawab untuk hari kemarin, hari ini dan seterusnya adalah milik masing-masing, tetapi do'a-do'a itu bolehlah kita bagi-bagikan. Tetap berbahagia dan berbagi kabar, juga jalinan ini, semoga terjaga dan diridhoi Allah. 

Oh, ya, mbak modis hari ini selamat menua, *hihihi..peace, semoga berkah tercurah untukmu, dan semoga segera bertemu pendamping setia. Aamiin.. ^_^ 

Menuliskan ini sebelum aku tertidur, mengingat-ingat kenangan dan keajaiban ketika kita dikumpulkan ... hahaha.. rada berlebihan aku. Ingin tahu bagaimana sih kalian melihatku dari awal bertemu hingga kini, saat kita punya jalan hidup yang beda- beda.

Hei... daisuki dayo~
Sayang kalian *big hug ukhti ^_~

Maros, 22 November 2014

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...