Di bawah hujan
Aku meleburkan semua rasa
Semua pikirku
Semua kegamanganku
Tetes air menyejukkan mendentam kerontangnya hati
Bahkan hingga saat ini
Logika dan hati masih memihak kepadamu
Ah, bagaimana aku memutusnya
Aku harus merelakanmu
Sabtu, 14 Juni 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Amanah yang Kedua
Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...
-
Bismillah, Kali ini ikut challenge dari Blogger Perempuan, selama 30 hari menulis blog sesuai dengan topik yang sudah ditetapkan. ...
-
Dalam tautan pada pemegang takdirku Penguasa atas diri dan dunia yang aku huni Lantunan firman indah yang takkan puas terapal Yang maksud...
-
Merenung tertunduk pada jalannya hati Tak tahu arah membawanya berlari Riuh, sorak sorai tak peduli Berbalik arah tak mungkin lagi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar