Senin, 02 Juni 2014

Cinta

Cinta, mengajakku dalam dekapan iman yang panjang. Atas yakinku pada Pencipta ku , atas yakinku pada tauladan Rasul ku.

Cinta. Kata tersulit yang  pernah ada ketika aku berhadapan denganmu. Ia merasuk ke dalam sanubari tanpa tersadari. Membisiki rindu kepada hati tak berpenghuni. Menguntai angan akan bahagia sejoli. Cinta. Kata itu mengangkat rasaku atas kesendirian, atas kepedihan, atas lara, menghamburkan kesedihan, mengoyak pilu.

Cinta merengkuhku dalam bait-bait syairnya. Mengantarku pada pelataran hatinya. Menelusupkan kasih atas si pembawa hati. Si penerima takdir atas diriku.

Cinta. Ada banyak kata yang terangkai karenamu. Engkau membawa jari ini mengukir asa untuk diri. Melambungkanku pada bahagia atas hati terbalas. Namun, kadang kau bagai menghempaskan seorang, kala ia tak mampu memegang kendali atas perasaan.

Cinta, tumbuh dengan fitrahnya. Mengakar ke relung terdalam hati. Ia subur kala disirami tepat. Namun, akan layu dan gugur kala terlupa. Ia akan baik dalam penjagaan baik. Namun, buruk dalam penjagaan buruk.


Cinta, kau hanya sebuah kata dalam tulisanku. Tapi, ketika kau memasuki ranah rasa. Sebanyak apapun kataku, kau tetap tak dapat ku defenisikan dengan tepat dan fasih. Kau kata yang kurasa, kata yang melukis bahagia, kata yang mengutuhkan aku dengan belahan jiwa, yang mengikatku pada sanak keluarga, kata yang merangkulku pada sang Pemilik atas cinta sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...