Cinta, mengajakku dalam dekapan iman yang panjang. Atas
yakinku pada Pencipta ku , atas yakinku pada tauladan Rasul ku.
Cinta. Kata tersulit yang
pernah ada ketika aku berhadapan denganmu. Ia merasuk ke dalam sanubari
tanpa tersadari. Membisiki rindu kepada hati tak berpenghuni. Menguntai angan
akan bahagia sejoli. Cinta. Kata itu mengangkat rasaku atas kesendirian, atas
kepedihan, atas lara, menghamburkan kesedihan, mengoyak pilu.
Cinta merengkuhku dalam bait-bait syairnya. Mengantarku pada
pelataran hatinya. Menelusupkan kasih atas si pembawa hati. Si penerima takdir
atas diriku.
Cinta. Ada banyak kata yang terangkai karenamu. Engkau membawa
jari ini mengukir asa untuk diri. Melambungkanku pada bahagia atas hati
terbalas. Namun, kadang kau bagai menghempaskan seorang, kala ia tak mampu
memegang kendali atas perasaan.
Cinta, tumbuh dengan fitrahnya. Mengakar ke relung terdalam
hati. Ia subur kala disirami tepat. Namun, akan layu dan gugur kala terlupa. Ia
akan baik dalam penjagaan baik. Namun, buruk dalam penjagaan buruk.
Cinta, kau hanya sebuah kata dalam tulisanku. Tapi, ketika
kau memasuki ranah rasa. Sebanyak apapun kataku, kau tetap tak dapat ku defenisikan
dengan tepat dan fasih. Kau kata yang kurasa, kata yang melukis bahagia, kata
yang mengutuhkan aku dengan belahan jiwa, yang mengikatku pada sanak keluarga, kata
yang merangkulku pada sang Pemilik atas cinta sejati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar