Kamis, 11 September 2014

Tentang Aku, Dia dan ENGKAU

Barangkali, aku tak mampu menggapaimu karena situasi saat ini
Barangkali, aku tak pernah masuk dalam ingatanmu
Barangkali, aku tak benar ada ketika momen itu
Barangkali, hanya aku yang berpikir begitu

Duniaku terisi dengan segala yang mampu aku pahami
Duniaku terisi dengan hal-hal yang mungkin takkan berkesan bagimu

Duniaku kadang samar dalam keraguan namun kadang gigih karena optimisme
Duniaku, bisakah kau pahami ia? 

Memikirkan kepahamanmu atas hal ini, membuatku tersenyum
Ya, kau tahu tak ada yang menurutku hebat dalam duniaku
Ya, menurutku dia abu-abu dan kadang terlindung kabut
Ya, menurutku kau akan sulit menebaknya

Ia memilih diam meski ingin diketahui perasaannya
Menurutku kemudian, selalu ada yang hal berbahagia yang aku alami
Menurutku kemudian, selalu ada keluarga yang siap menerimaku apa adanya
Menurutku kemudian, duniaku tak sekedar abu-abu
Menurutku kemudian, hidayah ini yang membuatnya kian berwarna

Ya Rabb, pemilik takdirku 
Keyakinanku teguh hanya pada-Mu
Sajak sederhana yang aku lantunkan ini tentang dia dan Engkau
Jelas, kemudian, aku yakin tentang apa yang Engkau tuliskan untukku

Dalam malamku
Membentuk bingkisan syukur dengan kertas tawakkal warna-warni
Kuhias ia dengan cinta pita merah, dan semoga takkan mengecewakan ketika ia aku abadikan 
Sebagai Hadiah
Hadiah yang membawaku menuju ridho-Mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...