Biasanya akan ada yang larut dalam pikiranku
Biasanya akan ada bias-bias kepahaman yang aku rengkuh
Biasanya aku takkan sepeka ini
Biasanya aku takkan berusaha sekeras ini
Entah, perubahan ini datang tanpa disadari
Semakin larut ingin memahami
Semakin jauh ini semua dari kepahamanku
Semakin menjauhkan dari pikir
Semakin mengejar-ngejar ia dalam nyataku
Inikah yang dikatakan orang perasaan yang tak terbantahkan
Yang kau tak bisa mengelak jika terkena
Yang kau tak bisa mengerti dari mana memulainya
Yang kau tak bisa atasi dengan logika
Yang hanya bisa dirasakan tanpa tahu bentuk nyata
Ia menyapamu dikelengahan
Tak apa, ia adalah fitrah
Tak apa, ia hanya sebuah anugerah
Tak apa, semoga tak melebihi kecintaan pada sang cinta sejati,
Tuhan penggenggam bumi dan langit
Ia hanya akan bergejolak sebentar
Kemudian redup di ambang jarak
Terluput jika tak ada ikatan
Selama benar belum dalam restu-Nya
Tutuplah sejenak, di sanubari terdalam
Jumat, 05 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Amanah yang Kedua
Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...
-
Bismillah, Kali ini ikut challenge dari Blogger Perempuan, selama 30 hari menulis blog sesuai dengan topik yang sudah ditetapkan. ...
-
Bismillah, Tema hari keenam adalah menceritakan lima fakta tentang diri sendiri... Mmm, baiklah akan saya coba ceritakan ~_~ - Moo...
-
Merenung tertunduk pada jalannya hati Tak tahu arah membawanya berlari Riuh, sorak sorai tak peduli Berbalik arah tak mungkin lagi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar