Jumat, 05 September 2014

Biasanya Tak Bisa

Biasanya akan ada yang larut dalam pikiranku
Biasanya akan ada bias-bias kepahaman yang aku rengkuh
Biasanya aku takkan sepeka ini
Biasanya aku takkan berusaha sekeras ini

Entah, perubahan ini datang tanpa disadari
Semakin larut ingin memahami
Semakin jauh ini semua dari kepahamanku
Semakin menjauhkan dari pikir
Semakin mengejar-ngejar ia dalam nyataku

Inikah yang dikatakan orang perasaan yang tak terbantahkan
Yang kau tak bisa mengelak jika terkena
Yang kau tak bisa mengerti dari mana memulainya
Yang kau tak bisa atasi dengan logika
Yang hanya bisa dirasakan tanpa tahu bentuk nyata

Ia menyapamu dikelengahan
Tak apa, ia adalah fitrah
Tak apa, ia hanya sebuah anugerah
Tak apa, semoga tak melebihi kecintaan pada sang cinta sejati,
Tuhan penggenggam bumi dan langit

Ia hanya akan bergejolak sebentar
Kemudian redup di ambang jarak
Terluput jika tak ada ikatan
Selama benar belum dalam restu-Nya
Tutuplah sejenak, di sanubari terdalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...