Jeduk...
Kali ini tepat di pintu masuk seorang teman. Maklum, postur mengharuskanku menunduk, tapi sepertinya rasa awasku agak terkikis hari ini, jadilah kepala bertemu pasak pintu. Rada pusing, tapi cepat-cepat aku berganti ekspresi. Ini bukan pertama kalinya. Pernah di rumah nenek, dan tante juga. Aih, malunya. Baru masuk hendak bertamu, semua menoleh gara-gara suara nyaring, terbentur.
Kejadian ini takkan terulang jika kemudian aku berkonsentrasi penuh. Tetapi sepertinya ada hal yang terus bergantung di kepalaku. Pikiran yang membuatku terus merenung. Kadangkala aku memikirkan masalah sepele (menurut orang) atau memikirkan kesalahan yang aku perbuat ketika melakukan sesuatu, sepertinya aku tak bisa memungkiri cap yang diberikan teman kepadaku.
"Kau itu gadis yang terlalu banyak berpikir, terlalu khawatir dan akhirnya sulit memilih dan menentukan kebaikan untukmu sendiri"
Terima kasih sobat. Kau tahu kan? Pastinya. Aku ini orang yang kurang peka terhadap diri sendiri. Sering melakukan kesalahan dan kemudian menyesali pilihan. Tetapi, yang aku tahu, Allah yang selalu menuntunku lewat perantara-perantaranya. Rasanya, dari masalah terbentur, aku memiliki pembahasan yang mendalam. hehehe..
Dan begitulah, kini September menemuiku. Ada banyak jejak di bulan-bulan lalu yang membahagiakan. Hei, jangan katakan aku kurang peningkatan. Aku berusaha kok. Benar. Semoga tak bosan mendengarkan curhatku. Maklum, aku butuh ruang berekspresi. Setelah bercerita rasanya lega. Menekan tuts di keyboard notebook kesayanganku, si Panda, membuatku ingin terus berkarya, memberi manfaat, dan bukan hanya sekedar celoteh. hehehe
So... welcome September.... ^_^
"Kau itu gadis yang terlalu banyak berpikir, terlalu khawatir dan akhirnya sulit memilih dan menentukan kebaikan untukmu sendiri"
Terima kasih sobat. Kau tahu kan? Pastinya. Aku ini orang yang kurang peka terhadap diri sendiri. Sering melakukan kesalahan dan kemudian menyesali pilihan. Tetapi, yang aku tahu, Allah yang selalu menuntunku lewat perantara-perantaranya. Rasanya, dari masalah terbentur, aku memiliki pembahasan yang mendalam. hehehe..
Dan begitulah, kini September menemuiku. Ada banyak jejak di bulan-bulan lalu yang membahagiakan. Hei, jangan katakan aku kurang peningkatan. Aku berusaha kok. Benar. Semoga tak bosan mendengarkan curhatku. Maklum, aku butuh ruang berekspresi. Setelah bercerita rasanya lega. Menekan tuts di keyboard notebook kesayanganku, si Panda, membuatku ingin terus berkarya, memberi manfaat, dan bukan hanya sekedar celoteh. hehehe
So... welcome September.... ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar