Dikau yang tergambar samar tak aku sangka ikut tersketsa
Dahulu kau hanya serupa pikiran lain disisian pikiran terpenting
Tetapi, sejak kapan sketsa mu yang dahulu samar kian terang
Kekosongan lembaran baru kuisikan kenangan terbaik
Hei, tak aku sangka aku pernah menuliskan hal seperti ini
Menyapa dengan polosnya tiap tulisan
Menyadari berbagai masalah kemudian menuliskannya dan menyampaikannya begitu saja
Tak aku kira menetap pada lembaran ini cukup lama
Menatap wajah-wajah manis zaman sekolah
Mengingat nama kawan dari satu kiri ke kanan
Pada draf berikutnya aku kebingungan
Entah mengapa sulit tergambarkan
Oh, iya, ini adalah masa depan yang ingin aku abadikan lagi
Sketsamu sulit aku tebak
Biar kemudian saat di masa ini terjawab sudah
Seseorang yang juga menggambar sketsaku di masa depannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar