Perasaan yang tak terbantahkan ini
Kau membuat ini kian rumit
Pertemanan yang biasa
Jadi luar biasa dibenakku
Hal-hal kecil yang dilakukannya sudah bernilai besar dimataku
Aneh kan?
Kembali, aku memutar ingatanku
Ya, aku hanya gadis biasa yang tidak memiliki kemampuan atau kriteria sebagai yang dipilih
Ya, aku terlalu banyak menghubung-hubungkan sesuatu yang sebenarnya kau lakukan itu setara dengan teman-teman lainnya.
Aku hanya menemukanmu dalam kesempatan ini
Berbagi denganmu sewajarnya dalam tugas yang sama
Untuk kedepannya aku tidak akan tahu
Perjumpaan itu adalah sebuah rahasia
Dan akan tiba saatnya, aku hanya potongan kecil memori yang menunggu untuk kemudian terhapus permanen dari kenangan-kenanganmu
Sepertinya aku belum bisa berkata-kata bijak atau membuat sajak-sajak pemikat dengan kosakata terbatas milikku.
Biarkan kemudian aku menggambarkan perasaan yang tak terbantahkan ini, lewat kata-kata sederhana
Apakah di sini aku mencoba untuk membuatmu paham?
Tebak saja...
Kau menyukai hal-hal yang sederhana, bukan?
*ah, sepertinya masalah perasaan akan tetap menjadi pembahasan yang panjang ...
Jumat, 12 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Amanah yang Kedua
Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...
-
Bismillah, Tema hari keenam adalah menceritakan lima fakta tentang diri sendiri... Mmm, baiklah akan saya coba ceritakan ~_~ - Moo...
-
Tahun 2016 , alhamdulillah putra pertama kami lahir dengan selamat. Meskipun pada awalnya, saya ragu jika akan melahirkan normal kare...
-
Bismillah, Kali ini ikut challenge dari Blogger Perempuan, selama 30 hari menulis blog sesuai dengan topik yang sudah ditetapkan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar