Rasanya ingin aku lipat-lipat dan aku masukkan ke koper
Agar dia tak kemana-mana
Hei... apa benar kau ingin melakukannya ?
Jika bisa
Aku merasa kemarahanku telah mencapai level tertinggi
Ia bisa saja meledak di tempat tak terduga
Ah, rasanya benar aku ingin melipatnya
Kelegaan, bahagia dan berbagai alasan agar kau tak marah jelas tak sanggup kau lipat dan simpan
Kemarahan itu juga tanda bahwa kau manusia dan peka
Asal kamu bisa mengendalikannya.
Lebih baik kau bungkus amarah itu dan buang jauh-jauh
Caranya?
Wudhu-lah, sholat sunnah, relakan dan doakan
Ah, itu sulit bagaimana caraku mengatasinya jika dengan semua itu tidak berhasil
Kau pasti bisa, bayangkan saja kau akan mendapatkan sesuatu yang baik ketika menahan amarahmu.
*Entah, ada sedikit kemarahan di sana. Berusaha, aku berusaha membendung... -_-"
Jumat, 25 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Amanah yang Kedua
Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...
-
Bismillah, Kali ini ikut challenge dari Blogger Perempuan, selama 30 hari menulis blog sesuai dengan topik yang sudah ditetapkan. ...
-
Dalam tautan pada pemegang takdirku Penguasa atas diri dan dunia yang aku huni Lantunan firman indah yang takkan puas terapal Yang maksud...
-
Merenung tertunduk pada jalannya hati Tak tahu arah membawanya berlari Riuh, sorak sorai tak peduli Berbalik arah tak mungkin lagi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar