Rabu, 09 Juli 2014

Kata Itu " Cinta "


Cinta, meski ia tidak dikatakan itu tetap cinta, kalimat ini saya kutip dari bang Tere Liye. Seorang penulis yang saya tak bosan baca karyanya. Cinta, perasaan ini terlalu berharga buat sekalian insan dimuka bumi. Cinta orang tua, cinta sahabat, cinta kekasih, serta cinta tertinggi kepada Ilahi Robbi, Tuhan semesta. 

Aku menemukan rasa itu mungkin terlalu cepat. Lucunya, bukan aku yang terlebih dahulu menyadari, tetapi sahabat baik yang senantiasa mengambil kelas bersamaku. Dia selalu menegurku untuk santai saja, atau berkata kawan wajahmu merah lagi. hehehe.. takkan terlupa masa itu. Si dia yang bahkan namaku saja yang (mungkin) tidak diketahui, berjarak sekitar tiga meter kedepan, sudah membuatku kelimpungan. Dag..dig..dug.. dan akhirnya wajah menjadi merah padam. 

Ah, sangat gampang kalau mau tahu kamu suka sama siapa, ngga usah ngeles, wajah kamu sudah menggambarkan segalanya. 

Huwa, di usia yang ngga remaja lagi, aku masih susah atur emosi. Ya Robbi, malu-maluin banget deh...
Pernah juga berpapasan, teman-teman sih nyapa ramah. Aku saja yang kurang ulet. Kata-kata nyangkut di tenggorokan gara-gara jantung udah mompa darah lebih ke muka. Itulah seninya jatuh hati, tak menetukan insan, langsung sreg gitu aja, kenal bahkan ngga banget, kita cuma pede aja mengidolakan tanpa diketahui. Nasib, hati... yang sabar ya... But, don't think that it's the right reason for have boy or girlfriend. 

Islam sudah ngatur hubungan antara wanita dan pria yang bukan muhrim. Selama pernikahan belum terjalin, lebih baik rasa itu dibekap dalam-dalam. Awalnya sulit, tapi ini juga untuk kebaikan kita juga. Yakin dengan firman Allah yang menyatakan bahwa wanita yang baik akan berjodoh dengan pria yang baik pula. Nah, bahkan Allah sudah menfirmankannya, jadi buat apa merasa bimbang dan ragu. Cinta , ya.. dia adalah anugerah yang Kuasa berikan agar kita mampu menjalin hubungan terbaik antara keluarga, teman, pendamping hidup dan sang Pencipta. akan ada waktu yang tepat buat kita mendapatkan si dia yang benar-benar untuk kita. 

Jika saat ini, ada rasa pada lawan jenis, usahakan untuk memenejnya ya. Kalau sangat ingin, jangan sampai nafsu yang bermain di sela-selanya. Pernah dengar kan? Allah tidak memberi apa yang kita minta, namun Allah memberi apa yang kita butuhkan. Dan selama masa penantian berusahalah belajar banyak, menjadi muslimah yang lebih baik dan makin bermanfaat untuk agama dan sekitar. Cinta itu akan datang menyapamu, yakinlah, jika kau lepaskan ia, maka tunggulah, jika ia kembali maka ia memang untukmu. Namun jika tidak maka bersabarlah, dan gunakan waktu untuk makin mengkualitaskan diri. Buat bikin kamu nambah semangat memperjuangkan hati yang kau jaga untuk pria yang kamu cintai kelak, kamu bisa kok nyari-nyari nasehat dari orang yang lebih paham. Mereka mungkin bukan ahlinya, tetapi, mereka banyak belajar dan memberi nasehat yang jelas itu untuk kebaikan. Motivator seperti Pak Mario Teguh, Ustadz Salim A. Fillah, Setia Furqon, atau Bang Tere Liye atau Bunda Asma Nadia dan Bunda Helvy Tiana Rosa. Ah , pokoknya banyak deh.. hehehe... 

Hmm, cinta, memberi banyak inspirasi bagi jutaan orang dimuka bumi. Ia bisa jadi pujangga handal, penulis romantis, atau bahkan pekerja keras biar nanti jadi modal ngelamar kamu.. hehehe... Semoga aku dan kamu, menemukan cinta dari orang yang kamu cintai. Hidup mungkin takkan cukup dengan cinta saja, tetapi butuh pendamping lainnya. Namun, dengan adanya cinta, setidaknya ia akan membangkitkan kekuatan dan kebahagiaanmu menjalani kehidupan. Rasanya mungkin manja, tetapi jika bisa, aku ingin meletakkan kepalaku dipundakmu kelak, berbalas cerita denganmu di saat senja akan hidup kita, dan bahkan ketika berpisah , kerinduan menjadi alasan untuk segera bertemu.... ^_^


hehehe, tiba-tiba melankolis saya, mungkin ini juga salah satu cara untuk menyalurkan rasa yang baik. Menulis, menguntai kisah, dan kemudian berusaha membiarkan hal yang belum tentu didapatkan mencari muaranya. Jika yang didamba bermuara di hati  kita, moga ia menjadi pilihan terbaik yang dikirimkan untuk kita menikmati cinta bersama.. ^_^


Dalam dinginnya malam Ramadhan ke 11. Melankolis jadinya ingin membahas masalah hati... hihihi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...