Senin, 21 Juli 2014

Kabar di Subuh Hari

Kematian, sebagaimana jodoh, adalah sebuah fase kehidupan yang tidak ada seorang pun tahu kapan ia datang. Ia mengendap-endap tanpa ketahuan oleh sang pemilik pribadi. Subuh kali ini terdengar sirene yang mengaung begitu dekat. Suara muadzin samar-samar terdengar bersiap mengumandangkan adzan. Suara sirene itupun semakin dekat. Mengingatkanku kepada kematian Nenek sebelumnya, pun dikala subuh hari. 

"Ya, Allah" Ibu tak bisa membendung air matanya. 

Ternyata, ambulance yang sejak tadi mengaungkan sirene terhenti di halaman rumah tetangga kami. Cucunya yang begitu manis, meninggal dunia. Ibu si anak, terus memanggil-manggil nama. Ya.. itu nama anak lelakinya yang baru berusia 3 bulan. Berhamburanlah, para tetangga, aku, Ibu, Bapak dan adik-adikku menuju ke rumah duka.

Duduklah seorang Ibu muda, seraya terus berucap

"Padahal, Mama sudah belikan baju lebaran buatmu, tetapi kenapa kamu tinggalkan Mama, Nak!
Kenapa tinggalkan Mama...."

Hati siapa yang tak retak melihat si Ibu yang nampak lusuh, terus mengajak sang anak yang telah berpulang untuk berbicara. Ya Allah... meskipun belum menjadi seorang Ibu, hati ini seperti tersayat-sayat menyaksikan kepedihan di depan mata. 

Adzan berkumandang, fajar telah tersingkap di ufuk timur. Selamat jalan kau, Nak. Tenanglah di sisi Robb yang Maha Pengasih, Ia akan menjagamu dan menghapuskan kesakitan yang kau alami. 

Pulang ke rumah, layar televisi menunjukkan kebahagiaan dari seorang artis yang telah lama menantikan kelahiran anak lelaki dalam keluarganya. Ia tampak berbahagia bersama istrinya. Subhanallah, semoga menjadi anak soleh, Nak. 

Kebesaran Allah jua yang membuat dua hal ini terjadi dalam kurun waktu sehari saja. Kematian dan awal kehidupan. Setiap apa yang Allah tunjukkan semoga menjadi hikmah terbaik yang bisa kita pelajari. 

Setiap yang bernyawa, akan mati.

Ini adalah hal yang mutlak, dan kita pun tak dapat menghindari. Bersiap, siagalah, atas kemungkinan-kemungkinannya. Berusahalah meraih ridho Allah semata, karena sangat jelas, semua manusia hanya singgah di dunia fana, dan yang kekal justru setelah kematiannya. 

Menasehati diri....

Dalam naungan di akhir Ramadhan, ada kesedihan di subuh hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...