Selalu ada pagi
hari yang membatasi mimpi-mimpi yang masih ingin terlanjutkan di malam hari. Selalu
ada ujung atas pencarian yang lama. Aku menyadari akan ada kebahagiaan pada
orang-orang yang sabar untuk menantikan dan senantiasa memperbaiki diri dalam
penantian, kesabaran dan usahanya. Bukankah banyak tulisan, anime, drama, yang
mengedepankan kesabaran si peraih mimpi dan cinta. Naruto yang tak henti berusaha meski ia
selalu diacuhkan. Kuroko Tetsuya dalam “Kuroko no Basket” yang hanya dianggap bayangan
dari para Kiseki no Sedai, tapi akhirnya meleburkan batas dan menjadi pemain
handal dengan teknik basketnya. Korunuma
Sawako yang sabar hingga mendapatkan Kazehaya , seorang pria baik yang jujur
dan apa adanya dalam cerita “ Kimi ni Todoke”, dan sederet karya lainnya.
Apa yang lebih
indah dari perjalanan cinta Rasulullah bersama istrinya Khadijah dalam ranah
kesetiaannya. Lalu antara Ali dan Fatimah atas kesabaran. Atau mungkin
kesuksesan dari Pak Dahlan Iskan yang diawali kesulitan atas hidupnya, atau
dengan Pak Mario yang kini telah berbagi resep bahagia disetiap motivasinya. Siklus hidup selalu berubah, ia takkan selalu
berada di dasar ia akan berada di atas suatu saat. Usaha, kesabaran, keuletan ,
do’a, dan berbagai kegiatan dalam rangka memperbaiki dan memajukan diri takkan
membawa hasil yang sia-sia. Sabar berteman akrab dengan syukur. Mereka membawa
ketenangan saat sulit dan lapang. Pada akhirnya , semuanya bermuara dalam
ketakwaan terhadap Sang Pemilik atas segalanya. Apalah arti hidup, jika kita
kemudian tidak bersabar dan berlomba-lomba mencari perhatian dari-Nya, mencari
ridho-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar