Selasa, 27 Mei 2014

Sabar

Selalu ada pagi hari yang membatasi mimpi-mimpi yang masih ingin terlanjutkan di malam hari. Selalu ada ujung atas pencarian yang lama. Aku menyadari akan ada kebahagiaan pada orang-orang yang sabar untuk menantikan dan senantiasa memperbaiki diri dalam penantian, kesabaran dan usahanya. Bukankah banyak tulisan, anime, drama, yang mengedepankan kesabaran si peraih mimpi dan cinta.  Naruto yang tak henti berusaha meski ia selalu diacuhkan. Kuroko Tetsuya dalam “Kuroko no Basket” yang hanya dianggap bayangan dari para Kiseki no Sedai, tapi akhirnya meleburkan batas dan menjadi pemain handal dengan teknik basketnya.  Korunuma Sawako yang sabar hingga mendapatkan Kazehaya , seorang pria baik yang jujur dan apa adanya dalam cerita “ Kimi ni Todoke”, dan sederet karya lainnya. 

Apa yang lebih indah dari perjalanan cinta Rasulullah bersama istrinya Khadijah dalam ranah kesetiaannya. Lalu antara Ali dan Fatimah atas kesabaran. Atau mungkin kesuksesan dari Pak Dahlan Iskan yang diawali kesulitan atas hidupnya, atau dengan Pak Mario yang kini telah berbagi resep bahagia disetiap motivasinya.  Siklus hidup selalu berubah, ia takkan selalu berada di dasar ia akan berada di atas suatu saat. Usaha, kesabaran, keuletan , do’a, dan berbagai kegiatan dalam rangka memperbaiki dan memajukan diri takkan membawa hasil yang sia-sia. Sabar berteman akrab dengan syukur. Mereka membawa ketenangan saat sulit dan lapang. Pada akhirnya , semuanya bermuara dalam ketakwaan terhadap Sang Pemilik atas segalanya. Apalah arti hidup, jika kita kemudian tidak bersabar dan berlomba-lomba mencari perhatian dari-Nya, mencari ridho-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...