Selasa, 27 Mei 2014

Berubah

Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kau dustakan
Kalimat yang terngiang tatkala kesyukuran terselimuti serakah
Tangan – tangan itu menggaruk hingga ke dasar
Mengeruk , mengangkat dan menggulingkan kekayaan tanah air.
Mereka melakukannya hingga tak sanggup lagi bumi ini bernapas

Termangu aku di jendela
Menatapi bentangan alam di luaran rumah
Ah, dulu tak sepanas ini
Ah, dulu pohon tak segersang ini
Ah, dulu aku bergembira di bawah deras hujan tanpa khawatir tersapu banjir

Sungguh nikmat Tuhan mu yang mana yang kau dustakan
Ia memberimu cuma-cuma tapi tak kau jaga
Ia memenuhi hidupmu tapi tak kau balas dengan ibadah

Ah, sampai akhir argumenku pun kau takkan pernah berubah jika kau tak berniat berubah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...