Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kau dustakan
Kalimat yang terngiang tatkala kesyukuran terselimuti
serakah
Tangan – tangan itu menggaruk hingga ke dasar
Mengeruk , mengangkat dan menggulingkan kekayaan tanah air.
Mereka melakukannya hingga tak sanggup lagi bumi ini
bernapas
Termangu aku di jendela
Menatapi bentangan alam di luaran rumah
Ah, dulu tak sepanas ini
Ah, dulu pohon tak segersang ini
Ah, dulu aku bergembira di bawah deras hujan tanpa khawatir
tersapu banjir
Sungguh nikmat Tuhan mu yang mana yang kau dustakan
Ia memberimu cuma-cuma tapi tak kau jaga
Ia memenuhi hidupmu tapi tak kau balas dengan ibadah
Ah, sampai akhir argumenku pun kau takkan pernah berubah
jika kau tak berniat berubah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar