Selasa, 27 Mei 2014

Apalagi, Jatuh Hati

Ya, aku telah jatuh hati
Jatuh hati pada- Nya sang Pemilik hati ku sejak dulu
Aku telah memegang janji untuk setia pada-Nya
Beriman dan tunduk pada-Nya

Ya, aku telah jatuh hati
Pada setiap syariat yang dibawakan para Rasul
Membuatku menjadi pribadi yang tidak akan pernah patah hati
Karena janji-Nya selalu pasti

Ya, aku jatuh hati pada seorang hambanya
Seorang hamba yang memberikan petunjuk bagi kehidupanku
Yang hanya memikirkan ummatnya
Bahkan diujung nafas terakhirnya

Ya, aku jatuh hati pada seorang pria
Yang ia menjadi pendamping hidupku
Menjadi imamku yang paling setia,
Menjagaku, mencintaiku, mengayomiku

Pria  yang aku jatuh hati terakhir kali
Bersua pun aku tak tahu itu kau
Tapi yang harus kau tahu,
Aku telah mencintaimu sebelum pertemuan kita

Bagaimana mungkin aku tak jatuh hati
Bagaimana mungkin aku merasa tak bahagia
Sang Pemilik atas diriku telah begitu memberikan cinta yang menjagaku
Menguatkanku, merangkulku, dan apalah namanya

Kau tahu, aku telah mengakui keberadaanmu dalam hatiku
Terukir lama sejak aku berikrar akan menunggumu
Bagaimana aku tak jatuh hati
Aku telah terlahir memiliki fitrah demikian

                                                                                                                             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...