Minggu, 10 Agustus 2014

Tentang Aku dan Derap Waktuku

Mendung menemani hariku menyusuri jalan raya
Wajah - wajah gelisah di antara baris-baris kendaraan yang kian bertambah
Macet...
Plat putih masih tertempel, ah ya, ini kesan pertama membawa amanah baru
Masih, pemberian dari Bapak Ibu
Hadiah buatku
Jelas, aku sangat berterima kasih
Aku terima sebulan sebelum aku memasuki usia baru kemarin
Makin tua.
Kata-kata yang beriring doa yang tersampaikan, mengembangkan senyum di wajah lusuhku
Yah, ini karena dalam kondisi lelah bekerja
Kemarin, ada banyak pikiran yang beredar satu-satu di kepala
Dan ada juga pikiran itu yang masuk ke dalam doa yang tersampaikan sahabat
Jawabku... doakan saja yang terbaik
Aku.. masih.. belum menemukan...

Ah, mendung ini telah jadi hujan
Kemarin, hujan turun di pergantian umurku
Doa dan introspeksi
Terkabullah dan semoga kuat memperbaiki diri.
Pagi , datang hari ini
Syukur, aku masih bisa menemukan bahagia fajar, keindahan pagi, lembutnya resapan embun pada langit yang merona indah dalam kuasa-Nya
Hai, sapaanmu pagi, membelai lembut telingaku dan membawaku pada masa depan yang tak tergambarkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...