Jumat, 15 Agustus 2014

Kau dan Pagi

Aku tak menyangka, hari-hariku dilingkupi dengan pikiran tentangmu
Tentang kau, hujan di sore itu, dan pagi
Ya, aku senang berbicara denganmu kala pagi
Saat wajah kusutmu masih terpahat di sana
Tapi, aku tersadar, kau masih di tempat berbeda

Entah kenapa pagi menjadi saat aku kembali memutar pikiran padamu
Harusnya saat itu aku lebih bergegas mengejar rezeki yang dibagikan Robb-ku
Senyum...senyum...dan menunduk
Ah, rasanya aku jadi malu pada dedaunan berembun atau
pada mentari yang mulai meninggi di ufuk timur

Aku mengaitkan logika dan rasa
Tetap saja mereka tak mau beriringan
Hei.. harusnya kalian sejalan
Tapi ini urusan yang berbeda
Perasaan dan logika punya hak tindakan mereka masing-masing

1 komentar:

  1. hehehe, sure you know it... thank you for visit my blog Ukh.. ^_^

    BalasHapus

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...