Menggerogoti sendi kesakitan yang kian parah
Dalam dendang kesedihan
Terselip pilu, menohok kalbu
Bengis mengundang tangis
Amarah menaikkan darah
Memompa hingga ke ubun-ubun dan pecah
Merembes luka ke dalam sanubari lewat beling kata-kata dan laku
Aku tak menafikkan adanya rindu
Rindu kedamaian yang terkubur sejak perang ini sekian lama
Rintih tak lagi tabu, ia terdengar dibalik tembok lindungan
Wajah-wajah mungil menghias kepedihan
Tidakkah mereka terlalu dini merasakan ini
Hempasan kata perang yang terus menerus
Merampas hak mereka mendapatkan sekolah dan penghidupan
Kau tahu benalu itu terus merenggut sari pati inang
Meski lelah inang tetap berharap dapat bangkit dan merdeka
*Pengharapanku pada Gaza yang damai, semoga ijabah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar