Senin, 08 Mei 2017

Menjadi Ibu dan Tantangannya

Menikah di usia 23 tahun, mungkin bisa dikategorikan menikah muda. Meskipun belum lapang dalam finansial tetapi keinginan untuk melindungi diri dari hal yang tidak diinginkan membuat saya menerima pinangan dari seorang teman. Ia juga baru kenal saya belum setahun, kami hanya bertemu di beberapa event organisasi yang kami terlibat sebagai panitia. Awalnya, saya mengira, itu hanyalah gurauan. Namun, dia ternyata serius dengan membawa ibunya ke rumah untuk kami saling mengenal. Tak butuh waktu lama, akhirnya walimah terlaksana. Sampai kini di usia dua tahun pernikahan kami, alhamdulillah, seorang anak lelaki telah menjadi amanah untuk kami menjadi orang tua.

Awal yang berat untuk saya menjadi seorang ibu. Mungkin karena kecemasan yang tinggi dan mengakibatkan stress, saya hanya bisa memberi ASI selama sebulan kepada si kecil. Saya telah mencoba berbagai macam booster ASI yang katanya ampuh, namun pada akhirnya hasilnya tak sesukses ibu beruntung yang telah mencobanya. Saya kemudian pasrah dan memberi anak pertama saya susu formula. Sedih rasanya, tapi saya berusaha untuk tetap memberikan kasih sayang terbaik yang saya miliki untuknya. 

Hal yang makin membuat sedih adalah adanya pendapat yang mengatakan ikatan batin ibu dan anak itu makin rekat jika si ibu menyusui anaknya. Saya hanya bisa menghela nafas. Mengiyakan hal itu benar adanya. Tapi, ibu saya kembali menguatkan, dan tentu beliau tahu apa yang saya rasakan. Suami pun berusaha menghibur saya. 
 
Sebuah kesyukuran Allah senantiasa memberikan curahan kebaikannya kepada kami. Meskipun satu tantangan ketika menjadi ibu saya gagal, namun, masih ada kesempatan di fase lainnya. Semoga, kali ini saya sukses, dan pada akhirnya do'a-do'a panjang saya untuk keturunan yang soleh-solehah dapat terwujud,insya allah. Aamiin


 Sedikit curhat    ^_^

Minggu, 05 Maret 2017

Emak Hebat

Alhamdulillah, Allah memberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu. Tentu hal ini bukanlah pekerjaan gampang. Setelah melahirkan , saya baru menyadari betapa keras perjuangan emak saya, bukan hanya beliau saya, namun emak seluruh dunia.
Belakangan ini saya sedang asyik belajar bisnis. Hehehe.. saya memang senang belajar, pun dengan blogging yang selama ini saya lakukan, terima kasih untuk komunitas 1minggu1cerita , yang membuat saya makin semangat menulis. :D. Ada tantangan tersendiri sih, apalagi saat tak punya ide, akhirnya milih ngepost di waktu deadline. Entah kenapa isi otak saya jadi encer saat dikerja deadline …. hihihi
Kembali ke topik pembahasan. Ketika saya kemudian belajar berdagang di online shop milik saya, Tatisa, saya mulai browsing mengenai tokoh yang punya banyak pengalaman tentang bisnis yang bisa dilakukan ibu rumahan. Lalu, berkecimpunglah saya di grup Emak-Emak Jago Jualan di facebook , yang didirikan oleh bu Muri Handayani, yang sekarang juga punya Razha ^^.
Saya mulai baper lihat emak-emak jago, yang mandiri secara financial di group itu. Cek percek mereka kemudian banyak berbicara mengenai Sekolah Bisnis Online ( SBO)
“Ah, saya ingin ikut”, kata saya dalam hati.
Lalu, saya kemudian memantau berbagai hal dalam diskusi di group tersebut dan pada akhinya teh Muri membuat sebuah buku Emak-Emak Jago Jualan, saat itu lagi promo, cus. saya langsung pesan. Wiih, boleh dikata, bagi emak-emak yang sedang cari panduan untuk meningkatkan penjualan lewat sosmed, dan berbagai pembelajaran lainnya dalam usaha emak, ada dalam buku ini.
Nah itu gambarnya. ^^
Semoga bermanfat , dan salam sukses para emak setrooong… ^^

Maros, 5 Maret 2017

Minggu, 26 Februari 2017

Serbuk Bahagia

Biasanya, akhir bulan seperti ini, pikiran sudah terkotak-kotak atau mungkin berputar-putar. Hmm, biasalah, ibu rumah tangga, ngga bisa kehabisan uang. Apalagi, sekarang mesti mengatur kebutuhan untuk anak juga. Masih, saya masih belajar jadi ibu rumah tangga. Setiap hari, saya berusaha ngirit berbagai kebutuhan agar pas hingga gajian. Namun, tak dipungkiri, ada saja yang mendesak dan juga butuh dana. Sampai, suatu hari kami benar-benar kehabisan. Dan , mau tak mau meminta bantuan orang tua. Maklum, mungkin gaji kami belumlah cukup, atau mungkin kami masih harus lebih irit lagi untuk kebutuhan kami. Sedih, iya. Ngga enak, iya. Tapi, apa bisa dikata. Mm, sepertinya, ngga enak juga banyak bicara. Suami, menanggapi raut wajah saya yang agak berubah,katanya agak muram. 😅 Sesekali dia membuat saya tertawa, lalu pada akhirnya bercerita soal keresahan saya. Beliau, hanya mendengarkan, tapi pastinya ia jauh lebih memikirkan itu dari pada siapapun. Kali ini, serbuk bahagia adalah obat mujarab dari gundah. Kami merasa, berkumpulnya kami sebagai keluarga adalah anugerah, meski ekonomi masih lemah, insya allah jiwa bahagia sebagai keluarga tetap sekuat baja. Suami senantiasa mengingatkan rasa syukur yang perlu kami pupuk dan tambah terus tiap saat. Semoga apa yang masih kurang dalam keluarga kami ini, bisa tercukupi ya. Aamiin ya Rabb.
 Maros, 26 Februari 2017



Minggu, 12 Februari 2017

Tentang Maaf

Satu kata ini adalah hal yang bisa saja ringan diucapkan tapi sulit diterima. Satu hal yang membuat orang lain merasa sebuah masalah bisa saja selesai atau menjadi kenangan pahit yang tak tahu kapan hilangnya.
Aku pernah memiliki kesalahan – kesalahan masa lalu yang tak mungkin untukku memaafkannya, namun paling tidak rasa sakitnya kian mereda. Ada pula yang kemudian membuatku memaafkannya perlahan, membuatnya bagai angina yang berlalu meski kadang teringat bagaimana ia melewatiku. Ada juga maaf yang kubiarkan ia lewat, menutupi rasa sedihku dan mengikhlaskannya, rasanya takkan tersimpan lagi , dan bias saja takkan teringat sampai pada akhirnya salah yang sama terulang.
Aku, menimpali semua kesalahan pada diri yang kuanggap kurang beruntung ini. Merasa aku salah langkah, keputusanku yang mungkin terburu-buru, kekecewaanku pada hal yang aku tentukan sendiri. Di sisi lain, aku ingin memiliki hal yang aku impikan , tetapi setiap perkembangan untuk mencapainya mulai terhalang, aku mulai menyalahkan diri lagi…
Harusnya mulai belajar memaafkan, mulai belajar lebih bersyukur. Kendati demikian, air mata bukanlah hal yang salah untuk dituang dalam kentalnya sakit hati dan ucapan yang merendahkan, pun untuk situasi hidup yang meghadapkan diriku untuk berkata , lagi, aku salah langkah.
Bantulah aku untuk melangkah lagi, genggam keyakinanku pada-Mu untuk akhirnya diyakini agar aku kembali tak salah. Aku hanya tahu, Engkaulah segalanya, sehingga Engkau adalah penolongku selamanya.
Dalam sujudku yang dalam, mohon bantu aku memaafkan aku dulu, kini dan yang akan datang
Maros, 12 Februari 2017

Minggu, 05 Februari 2017

Keliling Dunia

_________________
Saat ini, hari-hari saya diisi dengan berbagi ilmu bahasa Inggris kepada anak MTs ( SMP) dan MA (SMA) yang saya dapatkan dari bangku sekolah hingga kuliah. Tepatnya kini saya resmi menjadi guru, walaupun lulusan sastra Inggris 😁. Sebenar sudah tiga tahun belakangan ini saya mengajar, tapi rasa menjadi guru seutuhnya mulai sejak satu tahun belakangan 😅, selain itu saya juga ditugaskan menjadi wali kelas di kelas dua MTs.
Awalnya, saya agak canggung untuk mengajar, dan apalagi santri / siswa di sini agak kreatif soal sikap. 😅. Mereka gampang bosan, dan pada akhirnya malas mengerjakan hal yang diminta, semisal tugas hapalan kosakata bahasa Inggris yang wajib ditambah. Kadang mereka mengeluh , dan beralasan, mereka juga harus menghafal Al Qur'an, kosakata bahasa Arab dan seterusnya. Tetapi begitulah, ada yang sangat rajin dan menerima ada pula yang menangguhkan dan minta untuk mengundur waktu setoran. 😂
Hari Minggu, mereka tetap sekolah, dan saya juga memiliki jadwal mengajar di hari itu. Seperti hari ini.
Di sela- sela mereka menyalin catatan, satu dua dari mereka mulai bertanya tentang apa saja diluar pelajaran hari ini 😂.
“Ibu, sudah pernah keluar negeri?”
“Belum, tapi semoga nanti bisa” 😊
Serentak mereka mengamini.
“Kalau kuliahnya mau di lanjut, Bu?”
“Iya, mau, tapi nyari beasiswa dulu, Dek. Biayanya agak mahal soalnya, gaji ibu ngga cukup” 😂
“Semoga dapat bu”
Mereka termasuk saya sama-sama mengamini.
“Kalau ibu, memang mau kuliah dimana?”
“Di Inggris”
“Nah, saya yang benar kan? Kamu bilang ibu guru sudah mau ke Australia” seorang anak mengomentari temannya yang lain.
“Hahah, ibu juga mau ke Australia 😉.”
“Ih, ibu juga pernah bilang mau ke Jepang sama Korea” kata seorang siswi.
“Iya benar, ibu suka kedua negara itu”
“Loh, jadi ibu mau kemana sebenarnya?”
“Keliling dunia” 😁😁
“Ibu, memang mau mencapai apa di hidup ini?”
“Mau sukses dunia akhirat”
“Gimana caranya bu?”
“Belajar giat, rajin ibadah perbaiki akhlak”
“Tapi, kenapa saya belum pintar bahasa Inggris, Bu?”
“Soalnya kamu masih malas, yang rajin dong! Benar kan bu?”
Saya hanya tersenyum mengiyakan.
Hmm, tentang hari ini, sungguh banyak hal yang mereka tanyakan. Kadang saya hanya membalas seadanya saja. Lalu, pada akhirnya mereka bersorak bahagia, waktu istirahat telah tiba.
Pic from pinterest. (Kyoto, Jepang)
Minggu kedua #1minggu1cerita

Selasa, 31 Januari 2017

My Hometown

24 Januari 2017

Bismillah, setelah akhirnya bergabung dengan @1minggu1cerita, lagi, semangat untuk nulis di blog kembali. 😁
Dan, baru minggu pertama kita udah dikasih tema, “ Kampung Halaman ku juga Seru ! ”
Baiklah, sy akan sedikit bercerita soal kampung halaman sy. Sampai saat berkeluarga kini, sy masih betah tinggal di kampung saya. Hehe…
Saya lahir dan besar di Maros, Sulawesi Selatan. Sejak SD hingga SMA semuanya di Maros, dan kebetulan semua sekolah saya berada tak jauh dari rumah. Barulah saat kuliah sy bolak balik Makassar-Maros. Kenapa ngga nge-kost? Ya, kasian sama org tua, dan lagi saat itu ibu lagi sering sakit dan saya adalah anak sulung yang diandalkan saat itu. #opscurcol😅
Maros adalah sebuah kabupaten yang letaknya tak jauh dari kota Makassar, Sulawesi Selatan. Biasanya lebih dikenal dengan wisata air terjun Bantimurung, Leang-Leang, dan Rammang-Rammang. Kalau soal wisata, sy sekeluarga sangat jarang berwisata. Dari berbagai tempat yang ada hanya Bantimurung dan Leang-leang yang pernah saya kunjungi. Untuk penampakan alamnya jika penasaran, silahkan browsing lewat mbah Google ya . 😄
Soal kampung halaman ku kini. Seiring bertambahnya waktu, sangat banyak perubahan yang terjadi. Mulai dari banyaknya tempat belanja, tongkrongan anak muda, juga perumahan serta ruko. Yang dulunya hutan sekarang jadi lahan untuk perumahan, yang dulunya sawah, beralih fungsi jadi lahan untuk bangunan -bangunan lainnya. Yang seingatku saat SD, kami masih sibuk main karet dan masak-masak pakai daun, sekarang rata-rata anak-anak sibuk sama gadget. Tapi tetap ada anak-anak lain yang setia dengan mainan lampau yang diajarkan oleh orang tua mereka atau teman yang lainnya. 😊.
Wah, sepertinya saya membuka keresahan saya. Bukannya malah menunjukkan keseruan kampung saya 😂.
Tapi, cobalah berkunjung ke Maros, datanglah ke tempat wisatanya, dan rasakan keseruannya. :) 

Jumat, 25 Desember 2015

Bulan Keenam

Desember tahun ini, jauh beda dengan Desember tahun lalu. Hal yang paling menonjol adalah, keberadaanmu dalam kehidupanku kini. Aih, kembali melankolis rasanya, sepertinya hujan memegang peran penting yang mendukung suasana hari ini. 

Enam bulan lalu, masih , kita dalam dunia masing-masing. Sendiri. Satu-satu menyelesaikan apa yang kita kerjakan, apapun amanah itu, juga dengan berbagai problema diri. Kini, bersama, kau dan aku, menantikan anggota baru dalam tim ini. Hehehe... harap-harap cemas, ya, tentu saja. Namun, kau begitu lihai memberikanku pemahaman dan tentu menenangkanku. 

Seterusnya, ada banyak hal yang mulai disesuaikan. Sepenggal cerita hari ini. 


Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...