_________________
Saat ini, hari-hari saya diisi dengan berbagi ilmu bahasa Inggris kepada anak MTs ( SMP) dan MA (SMA) yang saya dapatkan dari bangku sekolah hingga kuliah. Tepatnya kini saya resmi menjadi guru, walaupun lulusan sastra Inggris 😁. Sebenar sudah tiga tahun belakangan ini saya mengajar, tapi rasa menjadi guru seutuhnya mulai sejak satu tahun belakangan 😅, selain itu saya juga ditugaskan menjadi wali kelas di kelas dua MTs.
Awalnya, saya agak canggung untuk mengajar, dan apalagi santri / siswa di sini agak kreatif soal sikap. 😅. Mereka gampang bosan, dan pada akhirnya malas mengerjakan hal yang diminta, semisal tugas hapalan kosakata bahasa Inggris yang wajib ditambah. Kadang mereka mengeluh , dan beralasan, mereka juga harus menghafal Al Qur'an, kosakata bahasa Arab dan seterusnya. Tetapi begitulah, ada yang sangat rajin dan menerima ada pula yang menangguhkan dan minta untuk mengundur waktu setoran. 😂
Hari Minggu, mereka tetap sekolah, dan saya juga memiliki jadwal mengajar di hari itu. Seperti hari ini.
Di sela- sela mereka menyalin catatan, satu dua dari mereka mulai bertanya tentang apa saja diluar pelajaran hari ini 😂.
“Ibu, sudah pernah keluar negeri?”
“Belum, tapi semoga nanti bisa” 😊
Serentak mereka mengamini.
“Kalau kuliahnya mau di lanjut, Bu?”
“Iya, mau, tapi nyari beasiswa dulu, Dek. Biayanya agak mahal soalnya, gaji ibu ngga cukup” 😂
“Semoga dapat bu”
Mereka termasuk saya sama-sama mengamini.
“Kalau ibu, memang mau kuliah dimana?”
“Di Inggris”
“Nah, saya yang benar kan? Kamu bilang ibu guru sudah mau ke Australia” seorang anak mengomentari temannya yang lain.
“Hahah, ibu juga mau ke Australia 😉.”
“Ih, ibu juga pernah bilang mau ke Jepang sama Korea” kata seorang siswi.
“Iya benar, ibu suka kedua negara itu”
“Loh, jadi ibu mau kemana sebenarnya?”
“Keliling dunia” 😁😁
“Belum, tapi semoga nanti bisa” 😊
Serentak mereka mengamini.
“Kalau kuliahnya mau di lanjut, Bu?”
“Iya, mau, tapi nyari beasiswa dulu, Dek. Biayanya agak mahal soalnya, gaji ibu ngga cukup” 😂
“Semoga dapat bu”
Mereka termasuk saya sama-sama mengamini.
“Kalau ibu, memang mau kuliah dimana?”
“Di Inggris”
“Nah, saya yang benar kan? Kamu bilang ibu guru sudah mau ke Australia” seorang anak mengomentari temannya yang lain.
“Hahah, ibu juga mau ke Australia 😉.”
“Ih, ibu juga pernah bilang mau ke Jepang sama Korea” kata seorang siswi.
“Iya benar, ibu suka kedua negara itu”
“Loh, jadi ibu mau kemana sebenarnya?”
“Keliling dunia” 😁😁
“Ibu, memang mau mencapai apa di hidup ini?”
“Mau sukses dunia akhirat”
“Gimana caranya bu?”
“Belajar giat, rajin ibadah perbaiki akhlak”
“Tapi, kenapa saya belum pintar bahasa Inggris, Bu?”
“Soalnya kamu masih malas, yang rajin dong! Benar kan bu?”
Saya hanya tersenyum mengiyakan.
“Mau sukses dunia akhirat”
“Gimana caranya bu?”
“Belajar giat, rajin ibadah perbaiki akhlak”
“Tapi, kenapa saya belum pintar bahasa Inggris, Bu?”
“Soalnya kamu masih malas, yang rajin dong! Benar kan bu?”
Saya hanya tersenyum mengiyakan.
Hmm, tentang hari ini, sungguh banyak hal yang mereka tanyakan. Kadang saya hanya membalas seadanya saja. Lalu, pada akhirnya mereka bersorak bahagia, waktu istirahat telah tiba.
Pic from pinterest. (Kyoto, Jepang)
Minggu kedua #1minggu1cerita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar