Minggu, 12 Februari 2017

Tentang Maaf

Satu kata ini adalah hal yang bisa saja ringan diucapkan tapi sulit diterima. Satu hal yang membuat orang lain merasa sebuah masalah bisa saja selesai atau menjadi kenangan pahit yang tak tahu kapan hilangnya.
Aku pernah memiliki kesalahan – kesalahan masa lalu yang tak mungkin untukku memaafkannya, namun paling tidak rasa sakitnya kian mereda. Ada pula yang kemudian membuatku memaafkannya perlahan, membuatnya bagai angina yang berlalu meski kadang teringat bagaimana ia melewatiku. Ada juga maaf yang kubiarkan ia lewat, menutupi rasa sedihku dan mengikhlaskannya, rasanya takkan tersimpan lagi , dan bias saja takkan teringat sampai pada akhirnya salah yang sama terulang.
Aku, menimpali semua kesalahan pada diri yang kuanggap kurang beruntung ini. Merasa aku salah langkah, keputusanku yang mungkin terburu-buru, kekecewaanku pada hal yang aku tentukan sendiri. Di sisi lain, aku ingin memiliki hal yang aku impikan , tetapi setiap perkembangan untuk mencapainya mulai terhalang, aku mulai menyalahkan diri lagi…
Harusnya mulai belajar memaafkan, mulai belajar lebih bersyukur. Kendati demikian, air mata bukanlah hal yang salah untuk dituang dalam kentalnya sakit hati dan ucapan yang merendahkan, pun untuk situasi hidup yang meghadapkan diriku untuk berkata , lagi, aku salah langkah.
Bantulah aku untuk melangkah lagi, genggam keyakinanku pada-Mu untuk akhirnya diyakini agar aku kembali tak salah. Aku hanya tahu, Engkaulah segalanya, sehingga Engkau adalah penolongku selamanya.
Dalam sujudku yang dalam, mohon bantu aku memaafkan aku dulu, kini dan yang akan datang
Maros, 12 Februari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...