Percaya akan membuatmu kuat dalam perjuangan
Percaya akan tetap merekatkan hubungan meski tak dapat saling menyapa
Percaya, kini aku letakkan ia pada sabar dalam waktu-waktu
Waktu dimana tak ada kata dekat, berhadapan, maupun sapa
Sejak itu, percaya, telah aku sandangkan padamu meski jarak kian bertambah
Percaya, kata kunci saat penyatuan itu terjadi
Percaya, saat masa nanti akhirat kita dikumpulkan lagi.
Seorang teman menceritakan kembali kata-kata yang didapatkannya lewat buku yang pernah ia baca. Ia menyampaikannya padaku seperti ini : Menikah, seperti bentuk penghambaanmu pada suami, untuk itu tempatkanlah kehormatanmu pada ia yang tepat engkau berikan.
Ya, menurutku jelas, kedua insan yang disatukan adalah orang asing yang dipertemukan dengan takdir Allah. Mereka saling mengenal juga saling melengkapi. Istri yang bersedia mengurus keluarga, juga Suami yang sedia mencari nafkah.
Ada pula yang mengatakan, pertengkaran yang membuat kalian meyatu kembali adalah lebih baik ketimbang diam yang kemudian memisahkan. Kemarahan bisa jadi tanda sayang, bentuk perhatian, pun juga cemburu yang dimaknai sebagai tanda cinta *ciee...
Lalu, kemudian ada lagi, percaya, di saat ada banyak keraguan dan rasa was-was. Untuk pelengkap terbaik, tiada yang lain selain do'a. Tidak ada satupun hal yang terjadi selain dari kehendak Sang Maha Pengasih.
*suasana senja plus langit mendung dan angin sepoi-sepoi mengiringi tulisan ini.. hihihi... lalu kemudian mengalun ~ Teman Hidup oleh Tulus ~ ^_^
Rumah, 3 November 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar