Kau
tahu? Sebagai anak perempuan yang disuguhi kisah Cinderella semasa kanak,
dimasa mendewasa sebagai seorang gadis, aku ingin mendapatkan pangeran setia
yang menerima keadaanku. Memahami, kalau saja hidup tak selamanya berbahagia
namun saling membahagiakan.
Kau
tahu? Sebagai anak perempuan yang hidup dengan aturan ketat dari orang tua,
kelak ketika mendewasa sebagai seorang gadis, aku ingin menemukan pria yang
akan membawaku mengenal hal diluaran. Bersamanya, orangtuaku takkan khawatir
berlebihan. Bersamanya, aku takkan tertipu arah jalan yang ditunjukkan orang
lain. Bersamanya, aku takkan kehilangan, ia menggenggam jemariku erat,
membuatku merasa aman dan terjaga. Ia mampu membuatku percaya, cinta tak
sekedar manis terucap di lidah tetapi sebuah tindakan dan perencanaan serius
dengan mengharap ridho-Nya.
Kau
tahu ? Sebagai anak perempuan, aku bukanlah berasal dari garis keturunan
bangsawan. Tetapi tahukah kau? Keluarga, adalah kekayaan yang tak ada tandingan.
Kau akan tahu rasanya jika kelak ada perpisahan. Bayangan mereka menunggumu di
kediaman , gonta-ganti dalam pikiran.
Kau
tahu ? sebagai seorang anak sulung perempuan, Ayah adalah orang yang
menanggungku, Ibu adalah orang yang mendidikku, saudara-saudariku adalah
penyemangatku, aku memiliki tanggung jawab sebagai anak yang berbakti dan
membanggakan, juga sebagai saudari yang menjadi contoh dan panutan adik-adik
kesayangan.
Kau
tahu ? Aku. Seorang anak perempuan sulung di keluargaku, seorang gadis dalam
alur mendewasa, orang biasa dalam ranah hidupnya, berusaha memaknai kau.
Kau,
dalam rerintik hujan yang membasahi tempatku berdiri. Kau, yang asing, namun
sedia berbagi sedikit cerita dalam duniamu, kadang pula diam kau jadikan alasan
untuk sesuatu yang mesti aku pahami sendiri. Kau, yang membuatku iri dengan
kepandaian mengolah rasa dan logika. Kau, takkan cukup aku memaknaimu, selama
jarak itu masih belum terukur dengan kata dekat. Namun, dekat itu sebenarnya
terjalin lewat do’a-do’a yang terhatur tulus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar