Kamis, 06 November 2014

Sekedar Celoteh : Dekat


Kau tahu? Sebagai anak perempuan yang disuguhi kisah Cinderella semasa kanak, dimasa mendewasa sebagai seorang gadis, aku ingin mendapatkan pangeran setia yang menerima keadaanku. Memahami, kalau saja hidup tak selamanya berbahagia namun saling membahagiakan.
Kau tahu? Sebagai anak perempuan yang hidup dengan aturan ketat dari orang tua, kelak ketika mendewasa sebagai seorang gadis, aku ingin menemukan pria yang akan membawaku mengenal hal diluaran. Bersamanya, orangtuaku takkan khawatir berlebihan. Bersamanya, aku takkan tertipu arah jalan yang ditunjukkan orang lain. Bersamanya, aku takkan kehilangan, ia menggenggam jemariku erat, membuatku merasa aman dan terjaga. Ia mampu membuatku percaya, cinta tak sekedar manis terucap di lidah tetapi sebuah tindakan dan perencanaan serius dengan mengharap ridho-Nya.

Kau tahu ? Sebagai anak perempuan, aku bukanlah berasal dari garis keturunan bangsawan. Tetapi tahukah kau? Keluarga, adalah kekayaan yang tak ada tandingan. Kau akan tahu rasanya jika kelak ada perpisahan. Bayangan mereka menunggumu di kediaman , gonta-ganti dalam pikiran.

Kau tahu ? sebagai seorang anak sulung perempuan, Ayah adalah orang yang menanggungku, Ibu adalah orang yang mendidikku, saudara-saudariku adalah penyemangatku, aku memiliki tanggung jawab sebagai anak yang berbakti dan membanggakan, juga sebagai saudari yang menjadi contoh dan panutan adik-adik kesayangan.
Kau tahu ? Aku. Seorang anak perempuan sulung di keluargaku, seorang gadis dalam alur mendewasa, orang biasa dalam ranah hidupnya, berusaha memaknai kau.


Kau, dalam rerintik hujan yang membasahi tempatku berdiri. Kau, yang asing, namun sedia berbagi sedikit cerita dalam duniamu, kadang pula diam kau jadikan alasan untuk sesuatu yang mesti aku pahami sendiri. Kau, yang membuatku iri dengan kepandaian mengolah rasa dan logika. Kau, takkan cukup aku memaknaimu, selama jarak itu masih belum terukur dengan kata dekat. Namun, dekat itu sebenarnya terjalin lewat do’a-do’a yang terhatur tulus. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...