Minggu, 18 Maret 2018

Senja Yang Berbeda

pic:pinterest

 
Aku bukanlah orang yang memiliki segudang pengalaman. Bukan pula orang yang memiliki percaya diri yang tinggi. Aku juga terlalu malu dengan apa yang aku tak bisa lakukan. 

Setidaknya aku bukanlah orang yang membenci diri sendiri. Aku berusaha menjadi dan mencintai apa yang aku miliki. 

Sore itu masih sama. Samar tapi penuh makna. Aku berada di seberang jalan tanpa nama. Menatap jauh ke arah mu dalam lingkaran orang-orang yang tak ku kenali. 

Kakiku beranjak menjauh. Tanpa ada tanda maupun isyarat yang kusimpan untukmu. Sama halnya dengan senja, meski kau tak melihatku disuatu waktu, aku tetap ada.

Terima kasih untuk senyum sekilas di wajahmu yang nampak lelah. Meski aku tahu itu bukanlah untukku. Tentu, tak sepadan hal itu dibagikan untukku

Hari berganti bulan, lalu tahun mulai terhitung. Berbalik arah darimu saat senja kala itu , membawaku pada hari yang tak disangka kini. 

Kata manis, teh hangat dan setumpuk harapan tertata dalam genggaman tanganmu yang tak terhalang apapun. Sebuah kekuatan ajaib Pencipta kita membuat takdir yang tak dapat kubaca sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amanah yang Kedua

Lama tak menjumpaimu blog. Belakangan aku sibuk dengan tugas utamaku sebagai ibu dua anak. Tugasku kini bertambah, seiring dengan umurk...